Pasuruan, Seputarperistiwanews.com â Pendopo Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, menjadi saksi semangat kebangsaan dalam pertemuan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pasuruan. Pertemuan ini bukan sekedar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Sabtu (22/11)
Acara dihadiri oleh Ketua FPK Kabupaten Pasuruan Gus Akhmad Baihaqi, Camat Bangil, Lurah Kauman, jajaran Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, serta rombongan FPK Kabupaten Mojokerto yang dipimpin Makhfud Said. Kehadiran babinsa, bhabinkamtibmas, Kader PKK, dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa pembauran kebangsaan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan gerakan bersama lintas elemen.
Akhmad Barizi, yang membuka acara, menekankan sejarah Kampung Pancasila Kauman sebagai teladan kerukunan.
âKampung Pancasila bukan hanya simbol, tetapi praktik nyata bagaimana perbedaan dapat berjalan berdampingan, saling menghormati dan saling menguatkan,â ujarnya.
Kauman diposisikan sebagai laboratorium sosial, di mana nilai Pancasila tidak berhenti pada slogan, melainkan hidup dalam keseharian warga.
Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Gus Akhmad Baihaqi, menegaskan pentingnya ruang dialog dan pembauran sosial sebagai fondasi keutuhan bangsa.
âForum Pembauran Kebangsaan menjadi wadah strategis untuk memperkuat toleransi dan menyelesaikan perbedaan dengan damai. Kampung Pancasila ini adalah contoh luar biasa bagaimana masyarakat mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan, bukan kelemahan,â tegasnya.
Perwakilan Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Kauman sebagai pusat edukasi kebangsaan.
âHarapan kami, Kampung Pancasila Kauman dapat menjadi pusat inspirasi bagi daerah lain, khususnya generasi muda, agar tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persaudaraan,â pungkasnya
Pertemuan FPK di Kampung Pancasila Kauman bukan hanya agenda seremonial, melainkan langkah konkret memperkuat fondasi kebangsaan. Dari Kauman, pesan persatuan dan toleransi bergema, mengingatkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai perekat bangsa di tengah dinamika zaman.
BangOnyes


Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini